www.korannasional.com–Ini perbuatan bejat seorang ayah kandungnya, Dicky Auliyandy, warga Surabaya, telah memperkosa anaknya sebut saja Intan (13) berulang-ulang kali selama empat tahun dihadapan ibunya sendiri. Ini terungkap dalam kesaksian Intan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa, 19 April 2016.

Terdakwa diminta hakim untuk ke luar dari ruang sidang. Belasan polisi bersenjata lengkap menjaga jalannya sidang. Sidang seperti ini, jarang terjadi di PN Surabaya. Biasanya, meski dalam perkara asusila atau pencabulan, terdakwa tetap dibiarkan berada di dalam ruang sidang saat saksi korban memberikan keterangan. Namun, hakim mengecualikan perkara terdakwa Dicky, karena kondisi korban dimungkinkan trauma saat bertemu ayahnya yang bejat itu. Hakim ingin korban memberikan keterangan dengan lepas.

Sidang yang digelar di Ruang Tirta itu digelar secara tertutup. Tidak ada celah sedikit pun bagi wartawan untuk mendengar maupun melihat gerak tubuh korban saat memberikan keterangan. Empat polisi bersenjata lengkap berjaga-jaga di pintu dan jendela ruang sidang. Sedangkan terdakwa Dicky dibiarkan duduk di kursi pengunjung di luar. Ia terus menundukkan kepala dan menutupi wajah.

Salah satu petugas dari Satuan Sabhara Polrestabes Surabaya mengatakan, kepolisian diminta untuk menjaga sidang tersebut atas permintaan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). “LPSK khawatir atas keamanan korban,” kata polisi berpangkat Brigadir yang tak namanya tak mau dipublikasikan itu.

Kondisi korban hingga kini memang masih trauma akibat perkosaan bertahun-tahun yang dialaminya. Sampai kini korban masih enggan pulang ke rumahnya dan masih takut berkumpul dengan ibu dan keluarga besarnya. (mastete)

LEAVE A REPLY