korannasional.com-Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) membutuhkan lahan sekitar 6.000 hektar untuk pengembangan Bandara Internasional Juanda bagian dari pengembangan Juanda baru. Lahan 6.000 hektar termasuk pembangunan runway dan terminal bandara. “1.700 hektar untuk lapangan terbang (Bandara Juanda), dan tambahan semuanya 6.000 (hektar),” kata Gubernur Jatim, Soekarwo di Surabaya, Jumat (1/4/2016).

Dari 6.000 hektar lahan untuk pengembangan Juanda baru, yang sudah siap baru sekitar 1.700 hektar. “Yang 1.700 hektar sudah oke sudah saya tandatangani sama pak bupati (Bupati Sidoarjo). Sisanya untuk pengembangan,” tutur Gubernur Jatim yang akrab disapa Pakde Karwo .

Untuk sisa lahan dari 6.000 hektar, tinggal menunggu izin dari pemerintah daerah, dan tidak perlu ke pemerintah pusat. “Sisa izinya di pak bupati dan gubernur. Nggak usah setor ke (pemerintah) pusat,” terang Soekarwo.

Menurut Soekarwo, pengembangan Juanda itu diharapkan selesai pada Tahun 2019. Rencananya, pengembangan bandara ini akan melewati 3 tahap pembangunan. Tahap pertama berupa pengesahan masterplan, pembebasan lahan, reklamasi untuk runway 2, serta pembangunan runway 2.

Tahap kedua, berupa pengembangan Terminal 1, reklamasi untuk runway 3, pembangunan runway 3, serta aksesibilitas dari tol dan terminal. Selanjutnya, pada tahap ketiga akan dilakukan pembangunan Terminal Ultimate dan infrastruktur penunjang Airport City. (syaiful rm)