korannasional.com-Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta Kota Depok akan meningkatkan pelayanan. Guna mewujudkan hal tersebut, PDAM Tirta Asasta mengajukan anggaran Rp1,3 triliun.

”Dalam waktu dekat kami akan mengusulkan pernyataan modal sekitar Rp490 miliar dari APBD Kota Depok. Adapun sisanya bakal diajukan ke Pemerintah Pusat melalui dana APBN. Kebutuhan kami setelah dikalkulasi memang mencapai sekitar Rp1,3 triliun,” ujar Direktur Utama PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Muhammad Olik di Depok, Jumat (1/4/2016).

Olik mengatakan, Pemkot Depok sudah menyusun draf rancangan peraturan daerah tentang penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PDAM Tirta Asasta yang tengah digodok oleh DPRD Kota Depok. Pihaknya optimistis raperda akan disetujui oleh DPRD Depok seiring kebutuhan pelayanan air bersih di kota tersebut sangat diharapkan oleh masyarakat Depok. “Saya mendengar sebagian besar dewan setuju,” terang Olik.

Dijelaskan Olik, anggaran yang diajukan itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan mesin baru, dan merehabilitasi sistem termasuk mengaktifkan layanan online. Target pelanggan yang akan dicapai dari anggaran tersebut nanti bisa tembus mencapai 130.000 pelanggan. Saat ini, kata dia, jumlah pelanggan kurang dari 70.000. Selain itu, pihaknya juga menargetkan kapasitas produksi air bersih yang akan didistribusikan kepada pelanggan bisa mencapai 1.600 liter per detik. “Intinya saat ini kami berharap penyertaan modal bisa berjalan lancar untuk meyakinkan pemerintah pusat bisa bantu sisa anggaran yang dibutuhkan,” tegasnya.

Anggota DPRD Fraksi Demokrat Endah Winarti mengatakan, pihaknya menyetujui usulan penyertaan modal dari Pemkot Depok untuk kebutuhan pelayanan PDAM Tirta Asasta. “Kami meminta kepada panitia khsusus yang mengkaji raperda tentang penyertaan modal kepada BUMD PDAM Tirta Asasta agar lebih serius dan kompeten karena ini menyangkut kebutuhan air bersih bagi masyarakat,” pungkas Endah.

Walikota Depok Muhammad Idris mengatakan keberadaan PDAM Tirta Asasta merupakan bentuk upaya Pemkot Depok dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan yang dikelola oleh BUMD. “Saat ini kami perlahan sudah membenahi dan mempertanggung jawabkan langsung pada masyarakat. Bahkan kami saat ini sudah mulai menangani keluhan 24 jam dan meminimalisir kebocoran air hingga 1% per tahun,” paparnya.

Ma’mun Abdullah, anggota DPRD Kota Depok Fraksi PPP mengatakan, pemerintah harus komitmen untuk membenahi BUMD PDAM Tirta Asasta Kota Depok yang selama ini merugi.

Menurutnya, jika PDAM serius meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus meraup laba bagi pendapatan daerah, penyertaan modal tersebut dinilai perlu.

PDAM, kata dia, selama ini membebani pemerintah dengan utang yang cukup besar, sehingga tidak ada pemasukan bagi kas daerah. “Kami pada dasarnya setuju penyertaan modal tersebut dengan catatan penigkatan pelayanan pada masyarakat harus terealisasi dan bagaimana caranya bisa meminimalisir kebocoran air,” pungkas Ma’mun. (syaiful rm)