korannasional.com-Direktur Jendral Pengembangan Daerah Tertentu (Dirjen PDTu) Kementerian Desa PDTT, Suprayoga Hadi, mengatakan, pihaknya mendorong ada insentif dan kemudahan-kemudahan bagi investor agar mau menanamkan modalnya di perbatasan. Kementerian Desa PDTT pun sudah membuat buku potensi-potensi perbatasan yang bisa menjadi panduan bagi investor untuk berinvestasi.

“kita sudah launching buku potensi investasi perbatasan atau border investment submit, sebagai panduan bagi para investor kalau mau bangun perbatasan. Sekarang kita dorong agar ada insentif terhadap investor. Baik berupa kemudahan izin dan insentif lainnya,” ujar Suprayoga di kantor Kementerian Desa PDTT, Jakarta, Jumat (1/4/2016).

Suprayoga melanjutkan, pendekatan investasi perbatasan sangat penting karena selama ini perbatasan dibangun hanya dengan dua pendekatan, yakni security aproach(pendekatan keamanan) dan prosperity aproach (pendekatan kesejahteraan). Pemerintah sebelumnya juga belum pernah bicara investment atau pertumbuhan untuk mempercepat pembangunan perbatasan.

“Itulah sebabnya perbatasan selalu tertinggal karena tidak dianggap growth area (pusat pertumbuhan). Perbatasan hanya dianggap daerah tertinggal yang perlu disejahterakan saja. Ini satu kekurangan yang kita lengkapi. Kita launching terobosan,” tuturnya.

Model investment aproach yang digalakkan Kementerian Desa PDTT menjadi sebuah paradigma baru yang disambut baik oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) maupun Badan Pengawasan Kawasan dan Pembangunan (BPKP). Apalagi selama ini belum ada yang mempunyai data komprehensif tentang potensin investasi di perbatasan.

“Perbatasan selama ini di-ignore dalam konteks koridor ekonomi. Makanya kami menambah paradigma menjadi investment aproach. Sekarang BPKP ikut mendorong dan Menko Perekonomian juga mendukung. Ini isu besar yang sangat visible untuk diekspose. Perbatasan harus kita jadikan growth centre dan growth area,” imbuh Suprayoga. (maulana)