korannasional.com-Dari sekian banyak nama bakal calon gubernur DKI Jakarta, hanya Adhyaksa Dault yang mampu menyamai popularitas Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mantan Menpora itu dinilai banyak pihak memiliki kedekatan degan semua golongan masyarakat. Bahkan Adhyaksa lebih populer dikalangan ormas Islam dan organisasi kepemudaan dibandingkan Ahok.

Pria Kelahiran 7 Juni 1963 yang juga Ketua Kwartir Nasional Pramuka ini juga disukai para pemilih wanita, terutama ibu-ibu. Sosok yang gagah, tegas dan merakyat serta taat beribadah menjadi alasan utama Adhyaksa dianggap popularitasnya dapat menyamai bahkan melebihi Ahok. ”Namun untuk elektabilitas calon gubernur DKI Jakarta, Ahok lebih unggul dari Adhyaksa,” kata peneliti CSIS Arya Fernandes dalam rilis hasil survey Pra-Pilkada DKI Jakarta.

Survei ini dilakukan pada 400 sample warga Jakarta yang telah memiliki hak pilih dalam pemilu pada 5-10 Januari 2016. Metode yang digunakan secara acak dengan margin of error +/- 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Khusus untuk survei elektabilitas ini, dilakukan dengan sistem terbuka dan responden berhak mengajukan siapapun. CSIS lalu mengkerucutkan menjadi 12 nama yakni ada Ahok, Adhyaksa Dault, Ridwan Kamil, Risma, Hidayat Nur Wahid, Tantowi Yahya, Lulung, Nachrowi Ramli, Alex Noerdin, Djarot Saiful, Djan Faridz dan Sandiaga Uno.

Pengamat politik Eep Saefulloh Fatah membeberkan kalau ada jarak antara elektabilitas dan popularitas Ahok. ”Sangat jauh (jaraknya),” kata Eep.

Menurut Eep, kondisi itu, justru menjadikan pertarungan di Pilkada DKI pada 2017 nanti menjadi menarik. Karena tidak ada satupun calon yang dominan dari segi elektabilitas seperti yang terjadi di Pilkada daerah lain. ”Itu yang membuat kompetisi menjadi sangat sengit di Jakarta,” tegasnya.

Dengan begitu, persoalan kalah-menang di Pilkada DKI kali ini tidak bisa diramalkan sejak dini. ”Dan Ahok sebagai calon incumbent, bisa jadi bakal terjungkal seperti Fauzi Bowo di Pilkada 2012,” tandas Eep. (rusdhie ansori)